SIM PKB merupakan system informasi yang harus diakses oleh seluruh guru dan tenaga pendidik di seluruh Indonesia. Mulai dari Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas termasuk juga Sekolah Menengah Kejuruan. Akan tetapi untuk bisa mengakses aplikasi ini para guru dan tenaga pendidik harus sudah melakukan uji kompetensi guru yang dilakukan di kementerian Pendidikan dan kebudayaan. Dengan mendaftar untuk mengikuti uji kompetensi tersebut maka guru akan mendapatkan NUPTK yang bisa digunakan untuk login system informasi tersebut.

Manfaat Mengakses SIM PKB Bagi Guru Dan Tenaga Pendidik

Dalam uji kompetensi setiap guru akan disediakan hingga 200 paket soal untuk seluruh mata pelajaran dan program keahlian. Meskipun masing-masing guru akan mendapatkan soal yang berbeda namun memiliki bobot yang sama. Waktu pengerjaannya hingga 120 menit dalam 1 hari dan harus menyelesaikan minimal 60 soal hingga 100 soal. Uji kompetensi ini dilakukan setiap tahunnya karena setiap tahun terdapat banyak guru yang dipindah tugaskan ke sekolah yang berbeda atau berganti mata pelajaran.

Karena memang guru yang pindah tempat mengajar atau berganti mata pelajaran yang diajarkan maka guru tersebut harus melakukan UKG. Dalam SIM PKB guru dapat melihat prestasi yang telah dilakukan guru-guru di seluruh Indonesia. Hal ini tentunya bisa menjadi inspirasi guru lainnya untuk bisa lebih berkreasi dalam hal pengembangan system belajar mengajar.

Manfaat NUPTK

Bagi seorang guru PNS maka pastinya dapat digunakan untuk mengikuti program sertifikasi, mendapatkan tunjangan dan dapat mengikuti UKG. Dan bagi honorer atau non PNS maka dengan memiliki NUPTK akan mendapatkan tunjangan, dapat mengikuti UKG dan bisa mendapatkan beasiswa Pendidikan. Dan NUPTK ini tidak akan pernah berubah sampai kapan pun layaknya nomor KTP meskipun sudah pindah sekolah.

Siapa pun bisa memiliki NUPTK dan mengakses SIM PKB asalkan dia adalah seorang guru, kepala sekolah bahkan pengawas sekolah mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak, SD, Sekolah Menengah Pertama, SMA, Sekolah Menengah Kejuruan, PLB dan tenaga pendidik lainnya dari berbagai balai pelatihan, balai kursus dan lain sebagainya.