Siapa yang tidak mengetahui taman hiburan jaya ancol. Jika Anda warga Jakarta, tentu tidak asing lagi dengan taman yang satu ini. Sementara itu taman ini memang sangat populer karena sering dijadikan sebagai tempat persinggahan sementara bagi wisatawan yang berkunjung. Perlu diketahui bahwa ada yang terbaru dari taman hiburan jaya ancol ini. Berikut ini akan dibahas mengenai taman hiburan jaya ancol.

Pengembangan Hiburan dan Bisnis Properti di Jaya Ancol

Perusahaan yang mengelola taman hiburan jaya ancol akan menggenjot pengembangan properti dan bisnis hiburan. Dana yang dialokasikan perusahaan tersebut adalah sebesar Rp 1 triliun. PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk ini mengalokasikan mayoritas dana ekspansi tersebut untuk menyokong pengembangan bisnis properti dan rekreasi. Penambahan rekreasi baru yang direncanakan dilakukan pada tahun ini hingga tahun 2020.

Taman Hiburan Jaya Ancol berencana memanfaatkan cadangan lahan dengan mengembangkan proyek gedung bertingkat. hal tersebut dilakukan untuk mengembangkan bisnis properti. Lahan dengan luas 15 hektare tersebut akan digunakan untuk pengembangan bisnis properti. Oleh karena itu akan dijalin sebuah kerja sama untuk kelancaran bisnis. Dalam hal ini, perusahaan telah meneken nota kesepahaman dengan pengembang asal Australia.

Manajemen Jaya Ancol masih merahasiakan mengenai identitas dari mitra bisnis dan juga nilai investasi proyek. Intinya investasi PT Pembangunan Jaya Ancol berupa tanah, sementara investasi dari pengembang berupa bangunan. Selain bisnis taman hiburan dan juga properti, perusahaan juga memiliki bisnis jalan tol. Usaha tersebut dikendalikan oleh PT Jakarta Tollroad Development. Sementara itu, Jaya Ancol ikut andil dalam penyertaan saham di Jakarta Tollroad yaitu sebesar Rp 192,9 miliar. Berdasarkan skema tersebut, PJAA mempunyai 25,15% saham di Jakarta Tollroad.

Jakarta Tollroad diketahui menangani pembangunan untuk jalan tol layang yaitu sepanjang 69,7 kilo meter (km). Keenam ruas tersebut meliputi Semanan-Pulo Gebang sebanyak 2 ruas, Kasablanka-Kemayoran, Ulujami-Kasablanka, Duri-Kasablanka dan Pasar Minggu-Kasablanka. Namun sejauh ini proyek tersebut belum berjalan. Sementara itu untuk anggaran ekspansi adalah sebesar Rp 1 triliun, akan dipenuhi oleh Jaya Ancol dari sejumlah sumber.

Kemudian juga dengan adanya dana dari penawaran umum berkelanjutan tahun 2016 yang dananya mencapai Rp 1 triliun.

Sampai dengan akhir tahun 2017, posisi kas turun 43,57% yaitu menjadi Rp 425,4 miliar. Hal tersebut karena Jaya Ancol harus membayar kewajiban yang jatuh tempo. Contohnya utang bank yang jumlahnya Rp 140 miliar, kemudian utang obligasi sebesar Rp 200 miliar serta dividen sebanyak Rp 49,5 miliar. Kemudian yang harus dibayar yaitu sebesar Rp 100 miliar-an. Sementara itu adanya pinjaman dari bank mandiri adalah untuk membiayai modal kerja dan operasional. Terdapat plafon utang Rp 200 miliar dari bank tersebut.